Kamis, 06 November 2014

Pandan Chiffon Cake

Mungkin kalau dihitung-hitung, ini adalah percobaan saya yang ke-17 kali (lebay) bisa menaklukkan siotang untuk buat chiffon ini..sangat tricky..
Sebenarnya setelah beberapa kali percobaan, chiffon saya bisa dikatakan percobaan yang terakhir sebelum ini berhasil sih. Hasilnya tetap enak dan lembut, hanya saja saya tidak kurang puas dengan hasilnya makanya agak kurang pede buat 'moto' in nya, bagian atas masih agak sedikit lengket, mungkin perlu menambah waktu sedikit lagi. 
Kunci utama keberhasilan chiffon menurut saya selain pada pengadukan antara adonan dan putih telur, juga suhu dan lamanya pemanggangan. Bagi saya pengguna 'otang' memang ini agak sedikit sulit harus menebak-nebak berapa suhu oven saya.
Kesimpulannya setelah beberapa kali percobaan, api yang digunakan harus kecil, memang akan membutuhkan waktu yang lama, sekitar 90 menit, tapi chiffon yang dihasilkan akan merata naiknya. Tidak akan menjulang bagian tengahnya dan pastinya permukaannya mulus dan tidak akan pecah. 


Berikut resep yang sudah saya copy paste dari NCC

Pandan chiffon cake: by Fatmah BahalwanBahalwan
Saya hanya gunakan 1/2 resep untuk loyang diameter bawah 17 cm.

Adonan Pasta
50 g            Gula pasir
20 g            Susu bubuk full cream
20 g            Tepung maizena
140 g          Tepung terigu
1 sdt           BPDA
100 ml         minyak sayur
100 ml         santan sedang
140 g          kuning telur
1 sdt           pasta pandan


Adonan Putih Telur
300 ml        Putih telur
150 gr         Gula pasir
½ sdt          Garam halus
1 sdt           Cream of tartr (saya skip)


Cara Membuat:
  1. Panaskan oven 150 derajat Celsius.
  2. Adonan pasta: Campur gula pasir, susu bubuk, tepung maizena , tepung terigu, dan BPDA. Lubangi tengahnya. Tuang telur di tengah, aduk searah dari arah dalam menggunakan whisk, sambil dituangi minyak sayur dan santan. Aduk hingga menjadi adonan pasta halus. Masukkan pasta pandan, aduk rata.
  3. Adonan putih telur: Kocok putih telur, gula pasir, garam dan cream of tartar (jika pakai) hingga puncak tumpul (soft peak).
  4. Campurkan adonan putih telur ke dalam adonan pasta, aduk perlahan dengan whisk hingga rata.
  5. Tuang ke dalam loyang chiffon diameter bawah 20 cm tanpa dioles apa-apa. Panggang kurang lebih 90 menit hingga kue matang dan kokoh (jika ditekan permukaannya kembali membal).
  6. Keluarkan kue. Panas-panas, balikkan loyang, bisa disangga botol atau disangga kaki-kaki loyang. Biarkan dalam keadaan terbalik hingga dingin.
  7. Jalankan pisau tipis di sekeliling loyang dengan gerakan lurus. Juga di dasar kue.
  8. Lepaskan bagian tengah kue dengan menggunakan tusuk sate. Balik kue ke atas rak kawat atau langsung ke piring saji. Potong-potong menggunakan pisau gergaji.

Devil Food Cake

Postingan telat lagi
Penasaran dengan cake 1 ini akhirnya memberanikan diri mencobanya. alhamdulillah cakenya enaaaaaakkk banget.


Resep nya saya ambil dari resep martha stewart yg juga telah dimodifikasi dari teh ricke, saya gunakan setengah resep saja untuk loyang diameter 20cm
Devil Food Cake
Bahan: 
170 gr butter
30 gr cokelat bubuk
60 ml air mendidih
150 gr gula kastor
2 butir telur ukuran besar, kocok lepas
180 gr terigu protein rendah (saya pakai protein sedang)
1/2 sdt baking soda
120 ml susu cair

Ganache:
250 gr dark cooking chocolate
250 ml whip cream ( saya pakai 200 gr whip cream bubuk)
30 gr butter

Cara membuat:
1. Panaskan oven,siapkan 2 bh loyang ukuran 20cm alasi kertas roti dan oles dengan sedikit margarin
2. Ayak cokelat bubuk, masukkan kedalam mangkok.masukkan air mendidih, aduk hingga membentuk pasta. Sisihkan
3. Dalam wadah lain, campur dan ayak terigu dan baking soda. Sisihkan
4. Dalam wadah besar, kocor butter dengan kecepatan rendah, masukkan gula sedikit demi sedikit.kocok hingga lembut. Masukkan kocokan telur sedikit demi sedikit, kocok rata disetiap penambahannya. Kocok hingga adonan rata dan tidak memisah. Matikan mixer, aduk rata dengan spatula hingga kepinggiran baskom.
5. Campurkan susu cair kedalam adonan cokelat yang telah dingin, aduk rata hingga adonan cokelat larut dengan baik.
6. Dengan mikser kecepatan rendah, masukkan campuran terigu sedikit demi sedikit dan berselang seling dengan larutan cokelat dan susu. Diawali dan diakhiri dengan terigu. Terakhir aduk rata dengan spatula.
7.  Tuang dan bagi rata adonan kedalam 2 loyang. Oven hingga matang.

Penyelesaian:
Ambil selembar cake, olesi dengan ganache. Tutup dengan cake lagi. Poles seluruh permukaan cake dengan ganache, hias sesuai selera.

Selamat mencoba










Senin, 27 Oktober 2014

peanut butter brownies pizza

Menemukan foto ini dari kamera, buatnya beberapa hari yang lalu dan lupa menguploadnya..brownies biasa saja, hanya keisengan saya aja makanya jadi begini. Sebenarnya saya gak begitu suka dengan pizza yang ASLI, makanya pingin jadiin tampilan sibrownies ini a la a la pizza gitu..Karena mau dikasi toping yang berat, maka base browniesnya saya buat yang agak 'ringan' aja, pakai resep pennylane brownies..


Pennylane Brownies (by: Riana Ambarsari)

Bahan:

4 butir telur
360 gram gula pasir
225 gram minyak goreng
60 gram cocoa powder
210 gram tepung terigu
½ sdt garam
1 sdt vanili bubuk
120 gram kenari/kacang tanah/mede cincang dan sangrai
85 gram Chocolate Chips

How-To:

Panaskan oven suhu 180C, alasi loyang dengan kertas roti dan olesi dengan margarin atau minyak goreng. Pastikan oven sudah cukup panas sewaktu adonan dimasukkan. Oven yang sudah cukup panas akan memunculkan lapisan coklat tipis transparan di permukaan brownies, membuat tampilan brownies semakin cantik. Kalau suhu oven kurang panas, lapisan ini tidak akan muncul. Selain itu pengocokan gula juga harus sampai larut. Bila dua hal ini sudah terpenuhi, biasanya lapisan tipis mengkilap ini akan muncul di bagian atas brownies.
Kocok telur dan gula sampai mengembang dan kental. Masukkan vanili dan garam. Masukkan tepung dan cocoa powder sambil diayak dan diaduk perlahan dengan spatula. Setelah adukan rata, masukkan minyak sambil diaduk perlahan. Lalu masukkan kacang dan chocolate chips. Untuk permukaan brownies dapat ditaburi almond slice atau kacang lain sesuai selera.
Setelah semua adonan tercampur rata, tuangkan di loyang yang tingginya 4 cm. Tinggi loyang jangan lebih dari 4 cm supaya brownies matang sempurna. Resep ini muat di dua loyang 30 cm x 10 cm. (saya pakai setengah resep untuk loyang bulat diameter  20cm)
Panggang selama 35 menit.


Beri toping sesuai selera
Saya pakai selai kacang, biskuit cokelat, permen chacha dan chocochip


Sabtu, 25 Oktober 2014

Ultah Arka

Hanya 1 kata...BERANTAKAN...
Kue ini dibuat pas udah jam 9 malam, sudah kelelahan, ngantuk tapi tetap maksain diri...beginilah hasilnya..gpp lah ya nak..yang penting doa ayah dan bunda selalu yang terbaik buat Arka. Basecakenya sama seperti ultahnya sikakak sebulan yang lalu, hanya yoghurt diganti dengan SKM cokelat.


Selamat ulang tahun adek Arka ganteng, sehat terus ya nak..jadi anak sholeh kebanggaan Ayah, bunda dan kakak, lembut hati dan selalu berbagi..


Dan...dia pun mulai gemes dengan kuenya..


Hayoooo....
Beginilah jadinya...puassss..


Jumat, 24 Oktober 2014

Lidah Kucing

Lidah kucing ini dibuat untuk memberdayakan sisa putih telur dari buat nastar beberapa hari sebelumnya. Alhamdulilillah hasilnya renyah sekali..Sebenarnya dulu waktu diPadang selalu buat lidah kucing setiap kali lebaran, buat jualan sih, tapi agak kurang puas karena lidah kucing ini sering lengket diloyang walau dilepas dari loyang setelah dingin. Akhirnya setelah beberapa kali percobaan sepertinya (sepertinya nih ya, hanya berdasarkan pengamatan saya aja), semua bahan yang digunakan sebaiknya bersuhu ruang, kalau baru dikeluarkan dari kulkas sebaiknya ditunggu dulu hingga tidak dingin lagi. aduk gula dan margarin asal rata saja, begitupun setelah putih telur masuk ke adonan sebaiknya diaduk sebentar saja lalu kemudian masukkan tepung.


Berikut resep Lidah kucing
Bahan:
200 gr margarin (100 gr margarin+100 gr mentega)
250 gr gula halus (bisa disesuaikan dengan selera)
100 ml putih telur
200 gr terigu
27 gr (1 sachet) susu bubuk
50 gr tepung maizena
1 sdm cokelat bubuk + 1 sdm pasta cokelat (kalau mau bikin yang vanilla diskip aja)
Cara membuat:
- Panaskan oven, siapkan cetakan lidah kucing, oles dengan margarin tipis-tipis saja
- Dengan mikser speed rendah, aduk margarin dan gula halus sampai tercampur rata.
- Masukkan putih telur, aduk sampai rata dan homogen, masukkan terigu, susu bubuk, tepung maizena dan cokelat bubuk. matikan mikser. masukkan pasta cokelat
- Masukkan adonan kedalan piping bag, semprotkan pada loyang lidah kucing
- Oven hingga matang


hujan-hujan nge'robek' (roti sobek)

Roti ini sebenarnya diadaptasi, cieee..adaptasi..dicontek maksudnya :p dari fluffy donatnya mbak Rani. Jadi ini sebenarnya adonan donat yang dijadiin roti niatnya sih buat mengurangi konsumsi minyak, pan mau ngirit. tepungnya juga pakai yang protein tinggi, soalnya yang protein sedang masih dieman-eman buat keperluan ngebakul


Ini dia resepnya yang agak ditambah kurang seadanya
Roti Sobek (dari resep flufy donat by: Rani Fadilla)
Resep:
- 200 ml susu uht, hangatkan sebentar saja jgn sampai mendidih
- 1 sdt ragi instan
- 1 sdt gula pasir
campur ketiga bahan tersebut, aduk rata diamkan sampai larutan berbusa dan mengembang

300 gr tepung protein tinggi (saya pakai cakra kembar)
3 sdm margarin
1/4 sdt garam

cara membuat:
Campur terigu dan larutan biang, aduk rata hingga setengah kalis, masukkan garam dan margarin. uleni hingga kalis elastis. fermentasikan adonan selama 1 jam, tutup dengan serbet atau plastik bersih. setelah 1 jam atau setelah adonan mengembang dua kali lipat, kempiskan adonan tersebut, uleni sebentar saja, bulatkan dan bentuk sesuai selera.

Karena saya mau ngirit dompet dan tenaga,hehehe...ngirit pikiran juga pastinya tapi tetap mau ngemil, maka roti ini saja jadikan roti sobek saja tanpa isian dan ditaburi keju cheddar parut..walau tanpa isian, roti ini cukup enak, lembut sekali, teksturnya mirip dengan roti labu kuning yang pernah saya bikin dahulu dan kelembutannya itu bertahan dua hari (gak mungkin lewat dua hari, dijamin gak bakalan nyampe dua hari rotinya dah habis)..JUARA..begitupun donatnya, sebenarnya sehari sebelum buat roti ini, resep donatnya langsung saya praktekkan juga, hmm...kelembutannya saingan dengan donat kentang, sayang gak sempat difoto karena keburu diserang sama prajurit..

Dicoba sajalah..

Huja-hujan ditemani kopi panas....ahhh...anak nangis pun tak terdengar :)