Akhirnya, buka blog lagi setelah sekian lama gak (berniat) menulis. walaupun sebenarnya masih malas tapi marilah kita coba saja, dimulai dengan mengupload pesanan yg tak seberapa ini :), kali ini themanya frozen
Minggu, 23 Agustus 2015
Kamis, 06 Agustus 2015
tes
ngetes aja setelah hampir setahun tak mengunjungi dapur ini. mudah2an kedepan lebih banyak waktu lagi untuk bisa sekedar menulis, akan banyak yg berubah..semoga
Minggu, 08 Februari 2015
Mochi isi Kacang Hijau
Mochi (Jepang: 餅; Hanzi: (麻糬)) adalah kue Jepang yang terbuat dari beras ketan, ditumbuk sehingga lembut dan lengket, kemudian dibentuk menjadi bulat. Di Jepang, kue ini sering dibuat dan dimakan pada saat perayaan tradisional mochitsuki atau perayaan tahun baru Jepang. Namun, jenis kue ini dijual dan dapat diperoleh di toko-toko kue di sepanjang tahun. Ia memiliki rasa yang khas yaitu lembut di saat pertama kali dimakan, dan lama kelamaan menjadi lengket (wikipedia)
Mochi ini memang saya buat untuk membalas rasa penasaran saya akan kue lembut dan sedikit lengket ini, kalau hanya membeli tapi belum pernah dipraktekkan cara membuatnya rasanya kurang sreg aja. Sebenarnya alasan terbesar lainnya adalah ketika hari minggu kemaren saya bersih-bersih kontainer bahan makanan dan menemukan seperempat kilo kurang sedikit tepung ketan yang sudah mendekati masa expirenya, langsung terbersit bikin onde-onde sebenarnya tapi entah kenapa ditengah jalan langsung berubah haluan bikin mochi aja, kalau bikin onde-onde kan sudah pernah, lebih baik mencoba membuat sesuatu yang belum pernah dibuat sebelumnya. Selain itu, saya pingin mengikutsertakan postingan kali ini ke NCC pangan lokal week, mudah-mudahan keterima ya..hehehe...
Untuk resepnya saya ambil dari resepnya mbak Hesty, hanya saja isiannya saya gunakan kacang hijau kupas. Kenapa kacang hijau? karena cuma ini yang ada didapur..hehehe..disamping sebenarnya manfaat kacang hijau banyak sekali ya.
Kacang hijau memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan merupakan sumber mineral penting, antara lain kalsium dan fosfor. Sedangkan kandung lemaknya merupakan asam lemak tak jenuh.
Kandungan kalsium dan fosfor pada kacang hijau bermanfaat untuk memperkuat tulang. Kacang hijau juga mengandung rendah lemak yang sangat baik bagi mereka yang ingin menghindari konsumsi lemak tinggi. Kadar lemak yang rendah dalam kacang hijau menjadikan bahan makanan atau minuman yang terbuat dari kacang hijau tidak mudah berbau.
Lemak kacang hijau tersusun atas 73% asam lemak tak jenuh dan 27% asam lemak jenuh. Umumnya kacang-kacangan memang mengandung lemak tak jenuh tinggi. Asupan lemak tak jenuh tinggi penting untuk menjaga kesehatan jantung.
Kacang hijau mengandung vitamin B1 yang berguna untuk pertumbuhan dan vitalitas pria. Maka kacang hijau dan turunannya sangat cocok untuk dikonsumsi oleh mereka yang baru menikah.
Kacang hijau juga mengandung multi protein yang berfungsi mengganti sel mati dan membantu pertumbuhan sel tubuh, oleh karena itu anak-anak dan wanita yang baru saja bersalin dianjurkan untuk mengkonsumsinya (lagi rajin ngopi dari wikipedia, hehehe).
Yuk langsung keresep..
Mochi Isi kacang hijau
Sumber: Hesty Kitchen modifikasi oleh Murlina Fitri
Bahan:
220 gr tepung ketan
150 gr gula pasir
200 ml santan sedang
1/2 sdt garam
5 tetes pasta pandan
Tepung maizena sangrai
Isi:
150 gr kacang hijau kupas
200 ml santan
70 gr gula pasir
Cara membuat
1. Isi: rendam kacang hijau kupas selama 1 jam, kukus hingga matang (lebih kurang 1/2 jam). kemudian blender kacang hijau, gula dan santan. Masak hingga padat dengan api kecil
2. Kulit: Campur tepung ketan dan gula, aduk rata. Masukkan santan sedikit demi sedikit, aduk hingga rata, teteskan sedikit pasta pandan (saya gunakan 5tetes). tuang dalam loyang yang telah dipoles minyak sebelum nya
3. Kukus hingga matang lebih kurang 1/2 jam
4. Angkat lalu letakkan dimeja kerja yang telah ditaburi maizena sangrai sebelumnya, tipiskan dengan rolling pin. potong kotak, beri isian dan rapatkan.
Tips:
Karena adonan lumayan lengket selalu taburi tangan dengan maizena sebelum memulai memberi isian dan merapatkan isian dengan kulit.
Mochi ini rasanya lembut sekali, dengan ciri khas tepung ketannya, sedikit lengket tapi gak bakalan perang dimulut kok walau sampai keesokan harinya.
Sile dicuba ya
Minggu, 25 Januari 2015
roti..roti..roti lageee
Semenjak belajar baking, saya menjadi semakin ketagihan untuk menaklukkan si oven tangkring, selain dengan sering baking juga pastinya sering membuat roti agar feeling saya dan sioven jadul itu semakin menyatu..hehehe..
Btw, karena saya termasuk pencinta rerotian, sudah lumayan banyak resep roti yang saya ujicoba, baik yang ditulis diblog ataupun yang gak sempat karena keburu mood foto-fotonya hilang.
Kali ini saya mencoba resep yang saya temukan dari blog NCC yang ditulis oleh mbak Jeany Mega Sari, resep ini termasuk resep favorit saya karena roti yang dihasilkannya sangat lembut bahkan setelah diinapkan sampai 2 hari. Selain itu, bagian yang paling menyenagkannya adalah gak perlu tenaga ekstra buat menguleninya. Cukup 5 menit diuleni sampai kalis saja, tak perlu sampai elastis.. Tentunya bagian ini yang paling saya senangi, karena buat saya yang gak punya mikser heavy duty tapi pingin sering makan roti, kalau bikin roti yang sering kepikiran dan buat semangat padam adalah bagian menguleninya itu..hadehh...
Ok deh..langsung aja keresep ya, tapi ini resepnya sudah saya modifikasi.
Light & Soft Bread 5 Minutes Knead
Resep: Jeany Mega Sari
250 ml susu hangat (resep asli 225 ml)
55 gr gula pasir
2 sdt ragi instan (kalau adonan mau diinapkan semalam dikulkas, kurangi jadi 1 1/4 sdt)
1 telur
50 gr butter/margarin, cairkan
1/2 sdt garam
250 gr terigu protein tinggi
200 gr terigu protein sedang (resep asli 185 gr)
Cara membu
Hangatkan susu dlm magic jar hingga suam kuku. Di baskom bersih tuang susu hangat, masukkan gula, aduk. Tambahkan ragi. Tutup serbet diamkan 5 menit.
Campur semua terigu dg garam, sisihkan.
Masukkan telur & butter ke larutan ragi, aduk rata.
Tuang terigu secara bertahap, aduk dg sendok kayu hingga tak lengket disisi baskom.
Uleni dg tangan adonan dibaskom selama 5 menit hingga kalis (tidak perlu sampai elastis). Bulatkan adonan, letakkan di baskom yg sudah dioles minyak.
Sampai tahap ini fermentasikan hingga ukurannya double atau fermentasi dikulkas semalaman.
Siap dibentuk sesuai selera.
Sabtu, 24 Januari 2015
cokelat tar aka nastar cokelat
Bikin ini sebenarnya khusus buat orderan aja, tapi karena ada sisanya lumayan lah buat cemian sore. Kukis ini gak cocok kayaknya ya kalau disebut nastar coklat, nastar (ananas tart) padahal isinya gak pake nenas kayak nastar. Tapi kulitnya pake resep kulit nastar yang pernah saya posting sebelumnya
Isi:
50 ml susu cair
100 gr gula pasir
40 gr butter
100 gr tepung terigu
25 gr cokelat bubuk
50 gr DCC
Cara membuat:
Panaskan susu cair, butter, DCC dan gula hingga gula dan DCC larut, tidak perlu sampai mendidih, gunakan api kecil saja. Masukkan tepung terigu dan cokelat bubuk, aduk terus hingga berbentuk pasta.matikan kompor, dinginkan. Pulung-pulung bahan isian sebelu digunakan.
Puding Cokelat
Cuaca sudah mulai jarang hujan disini, siang panas berlanjut sampai sore. Selalu pingin makan yang dingin segar kalau sudah begini. Ini hanya puding cokelat biasa yang dibuat dari agar-agar dan bahan yang ada dirumah saja, sangat sederhana tapi terasa menyenangkan menikmatinya sambil melihat ocehan dua bocah cilik yang berebutan minta disuapkan..
Puding Cokelat
Bahan
2 bks agar-agar plain
1 kaleng susu kental manis coklat
1200 ml air
100 gr DCC, lelehkan
Cara membuat
Campur semua bahan jadi satu, masak hingga mendidih. Tuang dalam cetakan, dinginkan.
Selamat menikmati
Selasa, 20 Januari 2015
Nastar Klasik
Pasti pada ngiler lihat kuasnya kan??? Hehehe...ke ge er an. Kemaren itu emang niat banget nyariin kuas silikon, soalnya saya emang gak punya kuas. Selama ini kalau bikin nastar atau roti yg perlu polesan kuning telur diatasnya, saya cuma molesin pake jari tangan, eh yg udah dicuci bersih pake sabun lah yaaa.. Sebenarnya udah berkali-kali ke tbk buat nyari kuas, tapi gak ketemu yg dari silikon.. Adanya yg dari bulu biasa, kan takuuutt..kebanyakan kan dibuat dari bulu babi. Jadinya ya jari saya aja yg dimanfaatkan jadi kuas walau pun rempong jadinya..hihiyy..
Nah, pas jalan ke sun plaza Medan saya tuh dah niat langsung ke ACE buat nyari-nyari kuas silikon, eh si kakak Alma langsung nunjukin yang ini, imut sih tapi cukuplah..sekalian biar si kakak jadi semangat bantuin bundanya didapur.. Eh tapi btw kalau ke ACE itu ya, duhhh..ujian mata sekali buat saya, mendadak lafaaaarr pingin comot-comot perangkat dapur yang lutju punya, kalo gini harus sering-sering lirik dompet nih..
Btw, nastar ini sengaja dibuat untuk orderan guru sekolahnya sikakak, mudah-mudahan suka ya bunda..
Resep yang saya pakai adalah resep NCC, berikut saya copykan
Nastar
Fatmah Bahalwan
Bahan kulit:
250 gr Margarine
250 gr, Butter
100 gr gula halus
4 btr kuning telur
700 gr tepung terigu
4 sdm susu bubuk fullcream
250 gr, Butter
100 gr gula halus
4 btr kuning telur
700 gr tepung terigu
4 sdm susu bubuk fullcream
Bahan olesan:
3 btr kuning telur, kocok lepas dengan 1 sdt susu cair
Cara membuat:
- Kocok sebentar mentega, gula dan telur, cukup sampai tercampur saja.
- Masukkan tepung terigu dan susu bubuk, aduk perlahan hingga tercampur rata.
- Ambil sedikit adonan, bentuk bulat, isi dengan selai nanas. Susun diloyang tipis, beri jarak satu dengan yg lain.
- Oven dengan suhu 140’C selama lebih kurang 30 menit. Keluarkan dari oven, poles dengan bahan polesan, oven lagi hingga kuning mengkilat.
- Angkat, biarkan dingin. Susun dalam toples, tutup rapat.
Selai Nanas
Bahan:
4 bh nanas palembang, parut atau blender
200 gr gula pasir
1 sdt garam
1 potong kayu manis
200 gr gula pasir
1 sdt garam
1 potong kayu manis
Cara membuat:
- Masak nanas halus bersama airnya, garam dan kayu manis hingga kering. Tuang gula pasir, masak terus dengan api kecil hingga kering dan liat. Angkat.
Langganan:
Postingan (Atom)


