Selasa, 15 Juli 2014

Getas

Saya sangaaaatt mencintai jajanan tradisional, apalagi yang manis-manis seperti saya :)..Ceritanya kemaren pag i saya pingin sekali makan gemblong buat berbuka puasa, tapi mikir kok ya pasti repot ya puasa-puasa bikin gemblong, harus menumbuk ketan, wah kebayang pasti capek. Akhirnya mikir bikin getas aja, kan mirip hanya saja kalo gemblong menggunakan beras ketan yang sudah dimasak kemudian ditumbuk, nah kalo getas ini kan pakai tepung ketan saja. Lebih praktis tapi rasanya ya gak sama sih, mirip dikit..

Walau lahir dan besar di Sumatera Utara, saya cukup familiar dengan makanan tradisional yang be berasal dari jawa, lingkungan saya memang dulu dihuni oleh banyak suku, dan suku jawa salah satu diantaranya..Keluarga saya juga sering berpindah-pindah tempat, bahkan setelah menikah pun kami masih sering berpindah-pindah tempat, makanya lidah saya sangat bertoleransi dengan makanan  jenis apapun.

Nah, ceritanya segitu aja ya..yuk kita langsung ke si Getas ini..Karena dua hari lagi menjelang pindahan dari Aceh ke Medan, tentunya peralatan dapur sudah banyak yang dipacking (termasuk timbangan). jadinya resep getas ini saya pakai ukuran sendok makan saja. yuk meluncur ke resep..


Getas
Resep:
7 sdm tepung ketan putih
1 sdm tepung beras
1/4 butir kelapa parut
100 ml santan kenta
1/4 sdt garaml
Minyak goreng
Cara membuat:
- Campur semua bahan, uleni hingga kalis dan dapat dipulung. bentuk sesuai selera
- Panaskan minyak goreng, goreng getas hingga kuning kecoklatan dengan api sedang.
besta/lapisan gula:
6 sdm gula pasir
3 sdm air
Cara membuat:
- Campur gula dan pasir, masak dengan api kecil hingga mendidih dan berbusa. matikan api
- Masukkan getas dalam larutan gula, aduk hingga rata. diamkan. Nanti gula akan mengkristal sendiri

Gampang sekali ya..
Selamat mencoba

Sabtu, 12 Juli 2014

Kolak Candil Ubi Ungu

Olahan ubi ungu lagi???..
Iya, ini memang masih dalam rangka menghabiskan stok ubi ungu yang masih banyak setelah dibuat klepon dan kolak ubi, kali ini dibuat candil saja (disamping malas mikir yang ribet sih sebenarnya). yuk..langsung keresep..


Kolak candil Ubi Ungu
Resep:
100 gr ubi ungu, kukus, haluskan
2 sdm tepung ketan putih
1 sdm tepung beras 
sedikit garam
50 ml air
Kuah
300 ml santan sedang dari setengah butir kelapa
75 gr gula pasir (atau sesuai selera)
sedikit garam
Cara membuat:
1. Rebus air dalam panci, biarkan hingga mendidih
2. Sementara menunggu air mendidih, campur ubi, tepung ketan, tepung beras dan sedikit garam, uleni sambil masukkan air sedikit demi sedikit (pemakaian air disesuaikan saja ya, kalo dirasa adonan sudah kalis gak usah ditambahi air lagi)
3. Pulung-pulung adonan membentuk bulatan kecil-kecil
4. Masukkan dalam rebusan air yang telah mendidih tunggu hingga mengapung. angkat dan tiriskan
Kuah:
Masak santan, gula pasir dan sidikit garam hingga mendidih. matikan api
Sajikan kolak candil dengan siraman kuah santan..

Selamat Berbuka Puasa...


Rabu, 09 Juli 2014

Onde-Onde a.k.a Klepon Ubi Ungu

Kemaren kepasar melihat tumpukan ubi ungu, segar sekali kelihatannya dan langsung dibeli walau belum ada ide mau dibikin apa. akhirnya setelah dua hari menginap, barulah ada ide dibikin klepon saja buat menu berbuka puasa. buatnya gampang bahannya juga kebetulan lagi ada semua, ya sudah langsung eksekusi saja. 


Karena suami gak terlalu hoby ngemil, jadi kleponnya saya buat sedikit saja. itupun masih bersisa sampai sahur, terpaksa jadi tempat sampah lagi daripada mubazir dan basi diluar? hehehe...


Klepon Ubi Ungu
Resep:
100 gr tepung ketan putih
100 gr ubi ungu kukus, haluskan
Air secukupnya
Kelapa untuk taburan (kukus)
Isi:
Gula merahpotong kecil-kecil
Cara membuat:
Rebus air dalam panci
Campur tepung ketan dan ubi ungu, beri air sedikit-sedikit sambil diuleni. berikan air sedikit-sedikt saja dan sampai dirasa adonan sudah tidak lengket ditangan lagi tidak usah ditambah air. bulat-bulatkan adonan sesuai selera, beri isian gula merah. Masukkan dalam rebusan air yang telah mendidih, biarkan hingga mengapung lalu angkat dan gulingkan dalam kelapa.




Senin, 07 Juli 2014

Mari bermain didapur

Belakangan ini mungkin sebagian besar dari kita khususnya ibu-ibu, sudah sangat muak dengan berita-berita yang beredar entah itu dari televisi, koran ataupun media sosial seperti facebook. Semuanya tentang pilpres, tapi yang parahnya adalah dukungan dari fans fanatik yang ada saja bahasan negatifnya, mengimbar aib lah, fitnah lah..huufffttt jenuh..Jujur saya sangat jenuh, akibat ini  kita banyak sekali kehilangan persahabatan, saling tuding dengan sesama saudara, ah...setiap hari rasanya ada saja hati yang terluka hanya demi pembelaan orang yang dijadikan idola. Perdebatan sudah sangat tidak sehat lagi..sangat menyedihkan..:(

Jujur, terkadang ini yang mood saya tiba-tiba berubah, yang pasti bukan karena saya ikut-ikutan menyebar segala berita yang tidak jelas kebenarannya itu. Ini hanya karena saya kehilangan beberapa teman yang sangat saya hormati, yang rela menyakiti dengan segala macam bahasanya bahkan..bahkan agamanya..Sudahlah, itu urusan dia memang tapi saya sangat sedih..Untuk kemudian terdiam dan mencoba mengambil sisi positifnya saja..sudahlah...

Untuk mengurangi rasa sedih, akhirnya saya dan anak-anak bermain didapur saja.. senang sekali melihat mereka melakukan apa saja didapur, walau akhirnya saya yang kena getahnya juga membereskan dapur yang seperti kapal pecah :) tapi apapun itu, senyum mereka mampu menghilangkan semuanya..Alhamdulillah..






Tarrrraaaaaaa......
Dan foto dibawah ini adalah orange butter cookies a la Alma..